jump to navigation

Mengapa Harus Ada Kaderisasi dalam Organisasi? July 7, 2012

Posted by singkilhebat in Tsaqofah.
Tags:
add a comment

image

Artikel Lepas
5/7/2012 | 16 Shaban 1433 H Please waitOleh: Fakhir Muhammad Mumtaz
_________________________________________Kirim
 Print

Ilustrasi. (inet)
dakwatuna.com – Mungkin banyak yang heran sekaligus masih bertanya-tanya kenapa harus ada kaderisasi dalam setiap organisasi. Baik itu di organisasi-organisasi di kampus ataupun organisasi kemasyarakatan pasti memiliki satu bagian yang mengurus kaderisasi. Apa sebegitu pentingnya kaderisasi untuk organisasi?? Mari kita telaah secara bersama-sama.
Sebelum lanjut ada sebuah cerita yang mungkin bisa memberikan sedikit gambaran tentang kaderisasi, sok dinikmati ya…
Dalam sebuah kisah diterangkan seorang kakek yang sudah tua renta menanam sebuah pohon kurma. Kebetulan pada saat itu seorang raja lewat dan melihat kakek yang sedang menanam tersebut. Dengan rasa penasaran sang raja bertanya kepada si kakek tentang alasan atau motivasi menanam pohon tersebut. Sang raja bertanya seperti itu karena semua orang sudah tahu bahwa pohon kurma tidak akan berbuah kecuali setelah beberapa tahun sehingga mana mungkin kakek itu menanam pohon kurma untuk dipetik oleh dirinya sendiri. Ternyata benar, ketika ditanya si kakek menjawab dengan bijak, “Dulu orang-orang sebelum kita menanam pohon kurma sehingga buahnya dapat kita nikmati sekarang, apakah tidak ada keinginan dalam diri kita untuk mengikuti jejak mereka dengan menanam pohon kurma saat ini supaya generasi setelah kita dapat menikmati buah kurma dari pohon yang kita tanam?”
Bagaimana? Sudah adakah sedikit gambaran yang didapatkan dari cerita di atas sob? Inti dari cerita di atas adalah bagaimana begitu perhatiannya sang kakek terhadap keberlangsungan kehidupan bagi generasi yang akan datang. Dia tidak ingin generasi berikutnya tertimpa masalah, mengalami kemunduran hingga akhirnya menghilang tanpa jejak. Nah, pada dasarnya ini jugalah yang melandasi kenapa harus ada suatu bagian yang mengurusi kader-kader dalam setiap organisasi. Kaderisasi menjadi bagian yang memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan organisasi dengan menciptakan dan menjaga kader-kader yang akan melanjutkan perjuangan.
Kaderisasi bisa diibaratkan sebagi jantungnya sebuah organisasi, tanpa adanya kaderisasi rasanya sulit dibayangkan suatu organisasi mampu bergerak maju dan dinamis. Hal ini karena kaderisasilah yang menciptakan embrio-embrio baru yang nantinya akan memegang tongkat estafet perjuangan organisasi. Kaderisasi berusaha menciptakan kader yang bukan hanya hebat dalam mengerjakan suatu program, tapi lebih dari itu. Kaderisasi haruslah mampu menciptakan kader yang memiliki jiwa pemimpin, memiliki emosi yang terkontrol, kreatif dan mampu menjadi pemberi solusi untuk setiap permasalahan serta yang terpenting mampu dan pantas nantinya menjadi seorang teladan bagi anggotanya.
Bung Hatta pernah bertutur mengenai kaderisasi, “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam.”
Dalam proses kaderisasi ada dua ikon penting, yaitu:
  * Pelaku Kaderisasi (subjek)
  * Sasaran Kaderisasi (objek)
Pelaku kaderisasi merupakan individu-individu yang telah memiliki kapasitas yang mantap untuk mengkader para anggotanya dan memahami alur kaderisasi dalam organisasi tersebut.  Sementara sasaran kaderisasi merupakan individu-individu yang dipersiapkan dan dilatih untuk menjadi penerus visi dan misi organisasi.
Jadi, sudah jelas terlihat urgensi dari kaderisasi dalam sebuah organisasi. Kaderisasi merupakan suatu kebutuhan internal yang harus dilakukan demi kelangsungan organisasi. Seperti hukum alam akan adanya suatu siklus, dimana semua proses pasti akan terus berulang dan terus berganti. Namun satu yang perlu kita pikirkan, yaitu format dan mekanisme yang komprehensif dan mapan, guna memunculkan kader-kader yang tidak hanya mempunyai kemampuan di bidang manajemen organisasi, tapi yang lebih penting adalah tetap berpegang pada komitmen sosial dengan segala dimensinya. Sukses atau tidaknya sebuah institusi organisasi dapat diukur dari kesuksesannya dalam proses kaderisasi internal yang di kembangkannya. Karena, wujud dari keberlanjutan organisasi adalah munculnya kader-kader yang memiliki kapabilitas dan komitmen terhadap dinamika organisasi untuk masa depan.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/07/21460/mengapa-harus-ada-kaderisasi-dalam-organisasi/#ixzz1ztDMBl1G

Advertisements

Kenapa Aku Memilih Tarbiyah July 6, 2012

Posted by singkilhebat in Tsaqofah.
Tags: , ,
add a comment

image

Juli 4th, 2012 by Tri Wahyudi Ilustrasi (inet) Bismillahirrahmaanirrahiim Jiwa pejuang-pejuang itu bangkit Pandanganya Tulus, Suara hatinya Menjerit Bersaksi pada diri mereka Sendiri Hidup kami, jiwa kami, hanya untuk Rabbun Illahi dakwatuna.com – Saat sibuk mengurusi urusan kantor travel sederhanaku sambil chatingan dengan beberapa kawan lama tak terasa membuatku asyik duduk di meja kerjaku hingga tengah malam, di sesi chatingan itu ada banyak pertanyaan yang muncul kenapa si Tri (Panggilan teman SMA, pen) bisa berubah signifikan dibanding waktu SMP dan SMA dulu ya? Wa… Dapat ide menarik buat nulis curhatku tentang pengalaman hidup, suka duka, dan berbagai hal yang aku lalui semenjak bertaubat dan belajar terus konsisten dengan dakwah, kapan, di mana, bagaimana, dan dengan peran apapun insya Allah. Mudah-mudahan ada sedikit manfaat buat teman-teman pembaca. Aku sangat bersyukur kepada Allah SWT diberikan hidayah dan kenikmatan bisa beberapa langkah lebih maju dan yakin menjadikan Islam sebagai jalan hidup dan garis perjuanganku, di tengah banyak orang-orang baik yang belum Allah SWT panggil hatinya kepada Islam. Semua kenikmatan ini aku dapatkan dan pelajari dari banyak orang dan proses panjang pencarian jati diri, hingga aku menemukan dan memutuskan untuk memilih berjuang denghan jamaah dakwah tarbiyah. Di tengah banyaknya organisasi dakwah yang berkembang, aku pun banyak bersinggungan dengan berbagai organisasi tersebut. Di antara semuanya, aku memilih tarbiyah karena di dakwah inilah aku mendapatkan pemahaman bahwa Islam adalah agama yang syumul, Islam adalah meng esakan Allah SWT, Islam adalah urusan Ibadah, Islam adalah urusan perilaku, Islam adalah urusan politik, Islam adalah ekonomi, Islam adalah urusan negara, Islam adalah urusan Sosial, Islam adalah urusan rumah tangga, Islam adalah sistem hidup yang mengatur segala hal. Sesuai dengan firman Allah SWT: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu (QS. Al-Baqarah: 208) Ta’aruf Dengan Dunia Tarbiyah Perkenalanku dengan jamaah tarbiyah sebenarnya sudah dimulai dengan interaksiku pada kakak kelas waktu di SMP, dimana mereka rajin membuat pengajian di mushalla SMP Negeri 3 Langsa. Namun, saat SMP aku masih belum terlalu tertarik dengan hal-hal berbau “islami” karena kesibukanku di dunia olahraga, akademik, bisnis, dan hal-hal lain yang lebih aku minati. Hal yang unik dari kakak-kakakku itu di awal interaksi kami adalah “Budaya Senyum Tulus” mereka yang tak pernah lepas dari wajah (ini menjadi inspirasiku untuk terus tersenyum di setiap situasi), dan memang meskipun mereka masih SMP, namun tampilan mereka sudah seperti anak muda-mudi yang matang, dan ber aura positif, itu yang membuat aku kagum pada mereka saat itu. Interaksi intensku dengan jamaah tarbiyah ini dimulai saat aku masuk SMA 1 Langsa. Di sinilah aku mulai tertarik ikut pengajian di organisasi ROHIS di sekolahku itu. Kejadian pertama kali aku ikut pengajian itu sebenarnya tidak sengaja, saat minggu-minggu pertama di SMA aku sedang ingin mencuci sepatu sebelum persiapan main bola di sabtu siang setelah sekolah, namun tanpa sengaja aku melihat beberapa teman dan senior yang duduk melingkar dan mendengarkan tausiah dari seorang anggota DPRD, hal ini begitu menarik bagiku, “kok ada anggota DPRD mau ngisi pengajian di SMA? Ikutan aja ah,” pikirku saat itu. Pertemuan pertama itu begitu menarik perhatianku, saat sang ustadz (Ustadz Aidil Fahn) dengan lugas dan menarik berbicara tentang Islam. Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam) (Qs. Yunus: 25) Secercah Cahaya Hidayah Itu Datang Inilah hal sangat mahal itu, HIDAYAH… Masya Allah, ya Rabb aku bersimpuh dan bersyukur padaMu dengan rasa cinta, takut, dan harap, jagalah HIDAYAH ini ya ALLAH… jagalah iman dan azam hambaMu ini dalam dakwah ini. Interaksiku dengan pengajian itu semakin hari semakin membuatku penasaran dan “menggila” untuk mengikuti apapun kegiatan yang dilaksanakan oleh para ustadz, di undang maupun tidak, begitu dapat informasi, aku langsung ke lapangan. Kadang-kadang karena ketidakpahaman, aku pernah sekali mendapat pengalaman menarik saat mendengar info pengajian umum, ternyata acara di Islamic Center Langsa itu adalah “Pelatihan Munakahat” bagi kader-kader senior. Karena PD nya aku nyelonong aja…jadi ketahuan deeehhh! aku dipandangi “sengit” oleh peserta lainnya, yang rata-rata saat itu mahasiswa dan sarjana, sedangkan aku masih anak culun kelas 1 SMA, semua keheranan mereka aku balas aja dengan senyum halus nan lugu anak SMA kelas satu yang sedang jatuh cinta dengan ilmu ini, hehehe (tersenyum), pengalaman menarik, sekaligus unik saat sang ustadz yang dari Jogjakarta itu banyak berkisah tentang berbagai hal mengenai Munakahat.. Hehehe lagi… jadi “kembang kempis“ napas ini mendengarkannya. Tapi ilmunya masya Allah, penuh dengan manfaat.. Ghirah dakwahku semakin menggelora saat aku yang baru belajar Islam ini mendapatkan kepercayaan menjadi ketua ROHIS SMA 1 Langsa, konsekuensi menjadi ketua ROHIS SMA 1 Langsa ini membuatku jadi pesantren kalong di salah satu Dayah (Pesantren) Darul Muta’allimin untuk memperdalam ilmuku mempelajari bahasa Arab dan kitab –kitab Arab kuno dasar seperti kifayatul ghulam, bulughul maram, li’annatud thalibin, dan banyak lagi kitab-kitab yang aku pelajari selama menjadi santri kalong ini, juga dari berbagai ustadz tarbiyah yang memiliki kapasitas ilmu syar’i. Alhamdulillah, guru-guru pesantren dan ustadz-ustadz tarbiyah yang ikhlas itu banyak memberiku ilmu yang sangat bermanfaat dalam memimpin Rohis dan diminta untuk banyak menjadi narasumber berbagai forum pengajian, maupun keaktifanku di OSIS, KAPMI, IKADI, dan berbagai kegiatan yang aku laksanakan dengan berkeliling Aceh membuka lahan dakwah baru tarbiyah di sekolah-sekolah dengan sedikit ilmu yang aku dalami. Indah betul pengalaman berkeliling itu, ada sekolah yang welcome, ada yang menolak, ada yang menuduh kami ajaran sesat, semua yang dikerjakan dengan niatan ALLAH SWT saja senantiasa menguatkan hati kami. Ya Allah, kuatkan hati kami, kuatkan hati kami, itulah doa yang selalu saya ucapkan. Tahukah engkau, saat menjadi ketua ROHIS inilah potensiku meledak, anak “culun dari kampung” ini tanpa sadar jadi lancar berbahasa Inggris, selalu mendapat peringkat satu di kelas, bisa ikut olimpiade FISIKA, juga sudah melanglang buana mengikuti berbagai event ke seluruh nusantara hingga luar negeri, sebuah nikmat yang tidak banyak diberikan pada orang-orang biasa. Fabiayyi Aaala Irabbikumatukazzibaan. Maka benarlah firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS. Muhammad: 7) Benarlah bahwa saat kita konsern dengan dakwah (menolong agama Allah), maka Allah SWT akan selalu menolong kita dan meledakkan potensi kita untuk menjadikan kita berkedudukan di dunia dan akhirat. Belum lagi kenikmatan bertemu dengan orang-orang shalih, bisa menangis sesugukan saat muhasabah di acara-acara MABIT (malam bina iman dan taqwa), sungguh suatu kenikmatan yang amat besar aku rasakan, tangisan itu, qiyamullail itu, Dhuha itu, shaum sunnah itu, seolah jadi bagian dari hidupku yang tidak bisa lagi aku tinggalkan. Masya Allah, Uhibbukum ya syekh, ya ustadzah, sahabat-sahabatku semuanya, semoga Allah mempertemukan kita semuanya dalam surga Allah SWT. Di tahun terakhir masa sekolahku di SMA, aku mendapatkan amanah sebagai PJS ketua Umum KAPMI (Kesatuan Aksi Pemuda Muslim Indonesia), serta menjadi bagian dari binaan IKADI (Ikatan Dai Indonesia) Pemuda yang banyak membekaliku ilmu menjadi mubaligh di mimbar-mimbar masjid, mengikuti pelatihan dari satu tempat ke tempat yang lain, dan membuka cabang Rohis-Rohis di Aceh Timur, pengalaman yang tidak akan aku lupakan. Kini, aku sudah selangkah lagi melepas posisiku sebagai seorang mahasiswa, alhamdulillah bekal tarbiyah, kepercayaan diri, dan pengalaman pahit sebagai da’i muda seperti di hina, direndahkan, di permalukan di muka umum, dimarahin orang-orang yang terganggu dengan dakwah ini, membuat mentalku semakin membaja, yang aku takut hanya Allah SWT, yang aku risaukan hanyalah murkanya Allah SWT. “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi Tenang”, Surat Arra’du ayat 28 inilah yang menjadi penguat batinku untuk terus bergerak belajar dan berkontribusi. Asyiknya Berjamaah Berjamaah, itulah kunci sukses berdakwah. Orang yang merasa mampu membesarkan Islam sendirian menurutku adalah orang yang tidak pantas menjadi panutan. Di dalam berjamaah seseorang di uji untuk dewasa secara pemikiran dan bersikap. Banyak para da’i yang sukses berdakwah sendirian, dengan ribuan jamaah tapi tidak mampu bersinergi dan berjamaah. Di sinilah aku banyak belajar dalam seni berjamaah, ya, di jamaah Tarbiyah ini. Sebagai seorang mahasiswa baru dulu, di tahap awal kontribusiku di kampus aku dibebaskan oleh Pementorku (Murabbi) dalam mengambil peran, aku aktif di BEM FT, di Rohis ALMADINAH, di FLP Semarang, di IMPI (Ikatan Mahasiswa Perencanaan Indonesia), hasrat berorganisasiku ku tuangkan dengan rasa puas di tahun pertama. Namun di tahun kedua dan Ketiga aku semakin banyak belajar untuk patuh pada “keputusan Jamaah”, walaupun sejatinya berat dan tidak sesuai dengan keinginan dan logikaku. Salah satu pengalaman berhargaku adalah ketika diminta untuk menjadi wakil ketua BEM FT, posisiku yang sangat aku tidak sukai, sebagi wakil, orang yang sama sekali aku anggap tidak punya “bargain position”, hanya menjadi Tameng sang ketua, menggantinya saat dia tidak bisa hadir salam rapat atau acara tertentu. Hal ini adalah efek dari kebiasaanku selalu dalam posisi terbaik, selalu menjadi ketua ketika SMA, dan memiliki banyak pengalaman internasional. Namun untuk dakwah, demi Allah dan Rasul-Nya, aku terus berusaha meluruskan niat dan terus berkontribusi dengan maksimal. Alhamdulillah, ujianku menurunkan Ego pribadi dan mementingkan jamaah berhasil aku lewati dengan ujung yang manis, prestasi diri yang meningkat, program kerja yang berjalan optimal, serta amanah-amanah yang tidak keteteran, semuanya terus berjalan dan tidak stagnan di tanganku. Alhamdulillaaaahh…. Di sinilah seninya, di sinilah nikmatnya, saat menjadi pemenang yang sesungguhnya, meruntuh ego diri untuk kepentingan agama, karena dalam dakwah, posisi itu bukan penentu, keikhlasan dan amanah pada tugas apapun adalah hal yang mempengaruhi perhitungan di sisi Allah SWT. Pelajaran berharga bagiku. Sesuai firman Allah SWT: Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya. (QS. Al Mu’minun: 23) Dalam berjamaah ini, aku belajar bagaimana menjadi orang hebat di hadapan Allah SWT, menghapus semua niat mencari muka pada manusia. Seperti kisah sahabat Khalid Bin Walid yang pada posisi terbaik di hadapan para sahabat sebagai pemimpin kaum muslim, atas keputusan syura’ muncul keputusan dari khalifah saat itu, Umar Bin Khattab menurunkan jabatannya menjadi prajurit biasa. Kuat azamnya, Bersih Hatinya, Lurus niatnya, itulah rumus sang pejuang tetap tenang, di saat raja salah satu negeri merayunya keluar dari barisan kaum muslimin dengan sejuta fasilitas dan posisi pemimpin pasukan perang kaumnya. Dengan lembut sang pejuang menolak menyampaikan pesan singkat “Aku Berjuang Bukan Untuk Umar, Aku Berjihad hanya Untuk Allah SWT”. Tegas, Lugas, tanpa basa basi.  Semoga Allah senantiasa memberkahi beliau. Sang Khalid layak menjadi contoh kita, kisah inspiratif bagaimana caranya meluruskan niat, menguatkan azam, dan terus berkontribusi di manapun, kapanpun, dan dalam posisi apapun untuk Allah SWT, RasulNya, dan Bangsa ini, insya Allah.

Presiden PKS: Menangkan Hidayat+Didik dengan Satu Putaran July 2, 2012

Posted by singkilhebat in Berita.
Tags: , ,
add a comment

image

Daerah, Nasional 1/7/2012 | 12 Shaban 1433 H Please wait Oleh: Tim dakwatuna.com Luthfi Hasan Ishaaq bersama pasangan Hidayat+Didik dan AM Fatwa ketika kampanye akbar Hidayat+Didik di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan,(1/7). (Khairuddin Safri) dakwatuna.com – Pasangan Cagub Cawagub DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid-Didik J. Rachbini hari ini, Minggu (1/7), menggelar kampanye besar-besaran yang dihadiri ratusan ribu pendukungnya di Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Membludaknya massa, hingga memacetkan kawasan Kuningan, menimbulkan optimisme pada Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, yang turut berorasi dalam kampanye tersebut. Luthfi pun mengajak warga Jakarta untuk memenangkan pasangan nomor urut 4 tersebut dalam satu putaran pada Pemilukada, 11 Juli mendatang. Menurutnya, dengan dukungan warga Jakarta, hal itu sangat mungkin terwujud. “Kita menangkan pilkada ini hanya dengan satu putaran. Dengan satu putaran kita gantikan incumbent yang ada,” tandas Luthfi yang disambut meriah ribuan pendukung Hidayat-Didik yang memadati GOR Soemantri Brodjonegoro. Dalam orasinya, Luthfi juga menyebut masalah utama di Jakarta yang harus segera dibenahi adalah korupsi. “Korupsi adalah satu satunya masalah yang menghambat pembangunan kota Jakarta. Mari kita serahkan kepemimpinan Jakarta pada kandidat yang bersih, berintegritas tinggi dan siap melakukan perubahan,” tegas anggota Komisi I DPR RI tersebut. Lebih lanjut, ia mengajak massa pendukung Hidayat-Didik untuk bersama sama melakukan perubahan di Jakarta. Ia mengatakan, setelah lima tahun tanpa kesejahteraan, sudah saatnya warga Jakarta menghadirkan perubahan. “Perubahan harus kita lakukan, perubahan harus diperoleh oleh warga Jakarta,” seru Luthfi. Terakhir, Luthfi mengajak massa untuk membereskan Jakarta dengan jargon Pasangan cagub cawagub nomor urut 4, Hidayat-Didik. “Ayo beresin Jakarta!” seru Lutfi Hasan. “Ayo!” jawab massa bersemangat. Selain Luthfi Hasan, turut hadir dalam kampanye akbar Hidayat-Didik sejumlah petinggi PKS lainnya antara lain Sekjen PKS Anis Matta dan Ketua Dewan Syariah Pusat PKS KH Surahman Hidayat. (ist)

Harapan SBY kepada Presiden Baru Mesir July 2, 2012

Posted by singkilhebat in Berita.
Tags: , ,
add a comment

image

Juni 29th, 2012 by Tim dakwatuna.com Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. dakwatuna.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berencana mengucapkan selamat kepada Presiden Mesir terpilih, Mohamed Mursi, malam ini. Selain mengucapkan selamat, Presiden juga akan menjajaki kemungkinan kerja sama yang bisa segera dijalin kedua negara. “Saya insya Allah akan menelepon Presiden terpilih Mesir, Bapak Mursi. Di samping mengucapkan selamat, juga bagus kalau segera kita bangun dukungan kerja sama yang baik antara Indonesia dan Mesir,” ujar SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 28 Juni 2012. Presiden menilai, Mesir merupakan negara penting di kawasan Timur Tengah. Dengan memberikan dukungan pada pemerintahan yang baru, SBY berharap bisa terjalin kerja sama yang baik antara Indonesia dan Mesir. “Kalau hubungan kita baik, bisa berbagi, bertukar pikiran tentang peran seperti apa yang dilakukan Indonesia dan Mesir dalam menjaga dunia yang teduh, yang adil dan sejahtera. Intinya di situ,” katanya. Mursi adalah presiden pertama Mesir yang dipilih dalam pemilu demokratis setelah tergulingnya Presiden Husni Mubarak. Mursi mengantongi 13,2 juta suara dari sekitar 26 juta pemilih. Dia memperoleh 51 persen suara pemilih. Sementara itu, pesaingnya, Ahmed Shafik, yang juga perdana menteri terakhir era Husni Mubarak, memperoleh 12,3 juta suara. (art/vivanews)

Calon Pendamping Surga July 1, 2012

Posted by singkilhebat in Motivasi islam.
Tags: ,
add a comment

image

Juni 30th, 2012 by Safira Rahima

Ilustrasi (inet)
dakwatuna.com – “Bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju ridha-Nya, bersabarlah dengan keistiqamahan. Demi Allah dia tidak datang karena kecantikan, ketampanan, kepintaran ataupun kekayaanmu. Akan tetapi Allahlah yang akan menggerakkan hatinya. Janganlah tergesa-gesa untuk mengekspresikan cinta kepada dia sebelum Allah mengizinkan. Belum tentu yang kau cintai adalah yang terbaik untukmu. Siapakah yang lebih mengetahui selain Allah? Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap hati rapat-rapat. Allah akan menjawab dengan lebih indah, pada saat yang tepat.”

Begitulah kira-kira sebuah sms dari seorang teman, yang ia kirimkan beberapa tahun silam. Ketika awal-awal menerima sms itu, hampir setiap hari lebih dari lima kali aku membacanya. Aku anggap itu adalah obat yang akan menjadi penawar bagi kegelisahan hatiku, penyakit yang membuat konsentrasi belajarku berkurang dan yang membuat malam-malamku terasa panjang. Ya apalagi kalau bukan “cinta”. Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah jatuh cinta. Cinta adalah sebuah siksaan yang mengasyikkan. Aura sebuah chemistry selalu datang menyinggahi hati kita tanpa bisa kita menafikkannya. Ia datang dengan sayup-sayup, secara diam-diam dan akhirnya menyusup jauh ke dalam lubuk hati kita. Cinta dapat meninggikan derajat manusia melebihi derajat para malaikat. Namun tak jarang cinta justru menjerumuskan manusia, hingga ia jatuh dalam derajat yang lebih rendah dari pada binatang. Ibnu Qoyyim al-Jauziah mengajarkan kepada kita tentang kaidah cinta yang sebenarnya. “Sebab adalah nyawa bagi cinta, sebab sembarangan hanya akan menumbuhkan cinta yang sembarangan. Cinta yang abadi memerlukan sebab yang abadi pula. Adalah dusta jika kau berkata cintamu abadi, padahal sebab cintamu hanyalah kecantikan fana dan kekayaan yang sementara.” Maka jika saat ini kita sedang memendam rasa, atau menyukai seseorang yang kita kagumi, lantaran hanya memandang fisik luarnya, bersiap-siaplah untuk menuai kekecewaan. Karena demi Allah, semua itu tak kan abadi. Hanyalah kecantikan hati yang akan kekal sampai ke negeri akhirat. Calon pendamping surga tak akan pernah merisaukan atau hanya menilai berdasarkan fisik semata. Seorang pendamping surga yang utama adalah yang apabila dipandang olah pasangannya, ia akan menjadi penyejuk mata, kata-katanya senantiasa menjadi penyejuk hati, penuh dengan keikhlasan. Kecantikan atau ketampanan sejati bukan terletak pada fisik, tapi ia terletak pada seberapa besar kecintaan seseorang pada Rabb-nya. Percayalah kawan, cantik atau tampan lahiriah hanya sebentar, jikalau kelak sudah menikah suami/istri lebih menyukai senyuman yang tulus. Tiada yang lebih berharga selain kebeningan hati serta keikhlasan dalam menjalani peran masing-masing. Cinta yang sehat bukanlah cinta yang melahirkan nestapa jiwa, apalagi nestapa dunia akhirat. Cinta yang sehat mendidikkan kecerdasan kematangan emosi, ketenangan hati, dan kedewasaan berfikir. Ia mengajarkan kesabaran menahan syahwat atau membingkainya dengan ikatan suci yang diridhai-Nya. Mencari pendamping hidup terbaik adalah senantiasa berupaya merubah diri kita terlebih dahulu menjadi pribadi yang terbaik. Karena jodoh adalah cerminan siapa sebenarnya diri kita. Sebelum kita menuntut calon pasangan kita, marilah kita tuntut diri kita terlebih dahulu. Karena itulah sumber ketenangan. Para pecinta sejati bukanlah ia yang senantiasa mengumbar-umbar cintanya. Tapi para pecinta sejati adalah orang yang bersedia komitmen menjaga cinta yang telah benar-benar halal untuknya. Sehingga cinta itupun kekal sampai ke surga. Mereka senantiasa menginginkan rasa cintanya tetap menjadi cinta perawan. Cinta yang hanya mereka berikan saat ijab qobul telah tertunaikan. Itulah cinta yang diridhai oleh Allah Swt. Di kala mereka ingin membangun sebuah rumah tangga, mereka tak ingin hanya membangun rumah tangga di dunia, namun mereka sangat rindukan cinta mereka dapat bersatu kembali kelak di akhirat. Calon pendamping surga adalah dambaan setiap orang. Ia berkenan menjadi pakaian untuk pasangannya, saling menutupi kekurangan dengan kelebihan yang dimiliki masing-masing, saling mengingatkan dan bahu membahu dalam menapaki jalan kebenaran. Wahai sahabat, Allah sedang menatap kita, Dialah yang menciptakan kita, menyaksikan apapun yang kita lakukan. Hidup hanya sekali dan hanya sebentar, mau ke mana lagi sebenarnya kita ini? Seharusnya hari-hari yang kita jalani adalah hari-hari yang senantiasa bersungguh-sungguh kepada Allah. Hari-hari yang penuh cinta, hari-hari yang penuh kerinduan kepada Allah. Bila saat ini kita sedang berbuat sesuatu yang membuat Allah murka, maka tanpa kita sadari calon pendamping surga kita pun juga berbuat hal yang sama. Namun jika saat ini kita sedang berjuang, bersungguh-sungguh menjaga rasa cinta ini agar tidak sampai jatuh kepada orang yang belum halal untuk kita, percayalah ia di sana juga berbuat hal yang serupa. Perempuan yang baik hanyalah untuk laki-laki yang baik begitu pula sebaliknya. Mungkin kita bisa bersembunyi dari manusia, namun kita tak kan pernah bisa bersembunyi dari Allah. Maka ketika rasa itu datang menyusup ke dalam lubuk hati, biarkanlah ia tumbuh dengan dzikrullah yang senantiasa menghiasi bibir. Saat rindu kian membelenggu, biarkanlah ia membuat kita resah, kita nikmati rasa itu dengan menumpahkannya dalam larut tangis saat sepertiga malam terakhir memenuhi panggilan cinta Ilahi. Saat kita merasa tak kuat lagi memendam rasa itu, bahkan mungkin rasa itu telah menorehkan luka di hati, yakinlah kasih-Nya melebihi kasih seluruh manusia di alam ini. Saat rasa sayang senantiasa terbayang dalam diri, yakinlah bila kita mencurahkannya sedikit saja pada Allah, pasti Dia tak akan mengecewakan kita sedikit pun, bahkan akan menurunkan ketenangan dalam hati kita. Saat kita yakin bahwa cinta sejati itu ada, maka ia hanyalah cinta untuk Rabb-nya. Kalau kita bersungguh-sungguh memendam rasa itu, hingga ia benar-benar menjelma menjadi cinta yang halal, Insya Allah, Allah pun tidak akan mengecewakan kita. Ia akan memberi pendamping surga terbaik untuk kita. Itulah hadiah bagi orang yang senantiasa menjaga kesucian cinta dan mengutamakan kecintaan pada Allah dari pada manusia. Ada banyak hal yang belum kita tahu. Ada banyak keterampilan yang kita belum bisa. Ada banyak wawasan yang terlewatkan. Ada ribuan buku yang terbit tiap hari. Ada milyaran manusia yang belum kita kenal. Ada jutaan tempat yang belum kita kunjungi. Ada banyak kata yang belum sempat terucap dan tersampaikan. Ada banyak buah pikiran yang belum tersalurkan. Ada banyak ide dan rancang karya yang belum kita wujudkan. Demi Allah ada banyak ilmu yang belum kita amalkan. Tak ada waktu hanya untuk sekadar bermain-main dengan cinta yang semu. Marilah kita senantiasa menyibukkan diri kita dengan berbagai aktivitas surgawi. Kita sambut kedatangan belahan jiwa kita dengan persiapan yang benar-benar telah matang. Karena dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang bertujuan hingga ke surga, memerlukan bekal ilmu dan keterampilan yang tiada tara. Bayangkan sejenak, ketika kita sedang bermaksiat dan melanggar larangan-larangan Allah, maka bisa jadi saat itu pula jodoh kita sedang melakukan hal yang sama di sudut dunia lain. Semua orang pasti mendambakan pasangan yang terpelihara kesucian dan kehormatannya. Termasuk mereka yang sedang tenggelam dalam lumpur cumbu rayu ikatan cinta yang haram. Al-Qur’an adalah surat cinta dari Allah untuk kita. Seharusnya kita begitu rindu kepada Allah, dan al-Qur’an menjadi sarana untuk menumpahkan segenap kerinduan kita. Mengantarkan kita menjadi orang yang tidak punya tujuan dalam hidup ini, selain ingin berjumpa dengan Allah. Kita cari semua jalan yang akan mengantarkan kita menjadi orang yang bisa kembali pulang kepada-Nya dengan selamat. Kita teguhkan di hati terdalam kita, bahwa hidup di dunia ini hanya mampir sebentar. Keluarga, belajar, bekerja adalah ladang perjumpaan kita dengan Allah. Jadikanlah hari-hari kita menjadi hari-hari yang penuh cahaya, cahaya hidayah serta cahaya ilmu. Semoga perjuangan kita dalam menjaga kesucian cinta juga berbuah pahala dari Ilahi. Dan bila kita tidak mendapatkan pendamping yang terbaik di dunia ini, moga Allah berkenan menghadiahkan untuk kita pendamping surga yang sesungguhnya, kelak di akhirat. Allah menjanjikan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik, perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik. Yakinilah akan janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah memungkiri janji. Marilah kita perbaiki setiap inci dari kehidupan kita, agar kita termasuk orang yang memperoleh pendamping surga terbaik. Allah tahu tentang diri kita lebih daripada diri kita sendiri. Maka Allah telah menetapkan untuk kita lebih baik dari pada apa yang kita kehendaki. Belum tentu seseorang yang sekarang ini kita kagumi, cinta kita kepadanya telah menggebu, bahkan tanpa kita sadari kita sering “memaksa” Allah untuk menjodohkan dirinya dengan kita, juga baik menurut pandangan Allah. Bisa jadi esok hari ia berubah menjadi orang yang teramat kita benci, karena sedikit aibnya dibukakan oleh Allah. Percayakan saja jodoh kita di tangan Allah, insya Allah itu akan membuat hati kita jauh lebih tenang. Wahai pendamping surga, aku yakin di belahan bumi sana engkau sedang berjuang meningkatkan keilmuanmu, memperluas wawasanmu dan menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas surgawi yang membuat Allah semakin mencintaimu. Semoga Allah senantiasa menolongmu dalam setiap kesulitan, dan memberkahi setiap usahamu. Allah adalah cinta sejatimu yang tak kan pernah tergantikan dengan yang lain. Semoga Allah selalu menjagamu. Wahai pendamping surgaku, yang akan menjadi imam dalam keluargaku, ayah untuk anak-anakku, aku pun di sini sedang mengupayakan hal yang sama. Melakukan hal yang terbaik sebagai persiapan untuk menyambutmu. Kadang aku lelah dan merasa jenuh dengan penantian ini. Tapi aku sadar, dalam penantian panjang ini adalah kesempatan yang diberikan Allah agar kita benar-benar mempersiapkan diri dengan limpahan ilmu dan kekuatan iman ketika mengarungi bahtera rumah tangga nanti. Sehingga kita dapat membawa cinta itu hingga ia kekal sampai surga. Bersabarlah sayang, karena Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar.

Sepak Bola dan Uang June 30, 2012

Posted by singkilhebat in Tsaqofah.
Tags: , ,
add a comment

Juni 29th, 2012 by Syarief Kate Ilustrasi. (inet) dakwatuna.com – Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang paling diminati di dunia. Bahkan kepopulerannya sangat cepat dan sampai ke pelosok daerah terpencil. Olahraga yang satu ini dianggap sebagai salah satu gaya hidup dan bahkan tuntunan hidup (baca: agama). Namun, ada yang tidak bisa dipisahkan dari sepak bola yaitu perputaran uang untuk membeli pemain-pemain hebat sehingga sepak bola tidak bisa berkembang tanpa adanya gelontoran milyaran bahkan triliyunan rupiah menurut anggapan yang sudah mendunia. Dan dunia sepak bola tidak bisa dipisahkan dari adanya aksi-aksi superstar di lapangan hijau. Kucuran dana yang besar dari orang-orang kaya yang menjadi pemilik sebuah club menjadi pemicu prestasi dalam sepak bola. Hal tersebut dapat terlihat dari salah satu club di inggris, Manchester City yang juara Primera Liga Inggris musim 2011-2012 setelah secara dramatis menang 3-2 atas QPR. Tampilnya Syaikh Mansyur sebagai pemilik the citizen (julukan Manchester City) membuat motivasi tersendiri bagi para pemain. Dengan dana yang besar, maka seorang pelatih bebas membeli pemain yang disukai untuk masuk ke dalam skuad teamnya sehingga membuat persaingan antara MU dengan MC semakin menarik. Bahkan julukan tetangga yang berisik semakin menjadi-jadi. Hal tersebut telah dibuktikan oleh pelatih Roberto Mancini dan pelatih PSG di Perancis. Tren Timur Tengah dan Rusia Invasi orang-orang terkaya Timur Tengah dan Rusia ke club-club eropa telah membangkitkan persepakbolaan dan menjadikan club tersebut semakin disegani. Syekh Mansour mengawali trend Arab ke sepak bola eropa. Sejak mengambil alih Manchester City dari tangan Thaksin Sinawatra menjadikan club inggris tersebut semakin berisik dan telah meraih dua trofi yaitu Piala FA dan yang paling fenomenal adalah saat meraih Juara Liga Inggris 2012 setelah penantian 44 tahun lamanya. Dengan memborong pemain hebat seperti Kun Aguero dan Samir Nasri serta memecahkan rekor transfer di Liga Inggris, City menjelma menjadi team yang hebat. Jejak langkah Syekh Mansour diikuti oleh Syekh Abdullah dari Qatar yang membeli Malaga, dan juga memborong pemain-pemain kelas dunia seperti Ruud Van Nistelroy, Jeremi Baptista, Martin Demichelis dan Joaquin Sanches yang telah menghabiskan dana 80 juta pound. Dengan suntikan dana yang lumayan besar menjadikan Malaga musim ini sedikit berbicara banyak di Liga Spanyol, meski belum setenar Real Madrid dan Barcelona. Sedang Getafe yang dibeli oleh Syekh Butti (UEA) baru mendatangkan yang biasa saja. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan di musim mendatang akan mendatangkan juga pemain-pemain berbakat lainnya. Sukses Syekh Mansour banyak menjadi inspirasi orang Arab lainnya. Kalau di Inggris dan Spanyol telah ‘dirasuki’ syekh Arab, maka club Perancis pun tidak ketinggalan. Paris St. Germany kemudian diambil alih oleh Syekh Tamin dari Qatar yang menjadikan club PSG semakin menggurita. Dan para pesaingannya pun tercengang ketika diperkuat pelatih Carlo Anceloti dan pemain-pemain bintang. Selain invasi orang-orang kaya Arab ke eropa mereka juga memboyong mantan pemain hebat yang beralih profesi ke liga timur tengah seperti Maradona dan Carlos Dunga serta pelatih hebat lainnya. Hal berbeda juga dilakukan orang Rusia. Abramovic bertindak sebagai bisnisman dengan membeli Chelsea dan melontorkan dana yang luar biasa sehingga Chelsea kini bisa disejajarkan dengan club elit Eropa lainnya seperti Real Madri, Munchen, AC Milan, Juventus dan club elit lainnya. Meski bukan orang pertama membeli club, akan tetapi Abramovic tampil sebagai sosok yang mempopulerkan trend kepemilikan club di Eropa dari kalangan orang-orang Rusia. Munculnya trend kepemilikan club dari daratan Timur Tengah dan Rusia tidak ada maksud lain untuk memperkenalkan ketenaran dan juga memicu kebangkitan serta bisnis sepak bola di kedua daratan tersebut. Karena selama ini club maupun sepak bola timur tengah dan Rusia belum bisa berbicara banyak di tingkat dunia dibandingkan dengan Eropa dan Amerika. Sepak Bola Indonesia Kemajuan sepak bola Indonesia masih di bawah rata-rata dan kini menempati peringkat 150-an. Hal tersebut disebabkan karena adanya pembinaan yang kurang merata di seluruh penjuru negeri. Dan faktor lainnya adalah kompetisi antar sesama club belum dikelola secara profesional. Selain itu, dualisme liga dan perseturuan yang tiada henti di PSSI semestinya bisa teratasi dengan mengolah manajemen pertandingan yang tidak carut-marut. Semua oknum yang diberi wewenang di tubuh PSSI harus menunjukkan sikap profesionalismenya dengan tidak mengorbankan kepentingan sepak bola nasional di atas kepentingan pribadi dan egonya semata. Adanya 2 kepengurusan sepak bola nasional menambah masalah sekaligus semakin ‘membunuh’ kemajuan sepak bola nasional. Dualisme Liga dan kepengurusan harus segera dihapuskan demi sebuah prestasi yang gemilang. Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah silih bergantinya pelatih kepala dan belum satu pun pelatih handal yang dikontrak untuk menunggangi Timnas. Namun apapun yang terjadi dengan Timnas, akan tetapi antusias masyarakat ‘penggila’ bola tetap optimis akan kemajuan di masa yang akan datang mengingat bibit pemain negeri ini luar biasa. Petinggi PSSI harus mau belajar dari rezim sebelumnya yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Jangan ada lagi kata perseteruan dan segera bersatu demi sebuah harapan menuju prestasi yang dapat dibanggakan. Mandiri Tanpa APBD Dan kebanyakan sebuah team sepak bola di Indonesia tergantung kepada APBD. Club sepak bola seharusnya tidak tergantung kepada APBD sebab Anggaran Pendapatan dan Pendapatan (APBD) dipergunakan untuk sebesar-besarnya demi kesejahteraan rakyat. Olehnya itu, club harus mencari sponsor dan pengusaha untuk menumbuhkan bisnis sepak bola nasional. Dan kalau saja sepak bola di Indonesia maju pesat dan tidak ditunggangi oleh orang-orang yang hanya mencari kepentingan sesaat, maka tidak menutup kemungkinan orang-orang kaya timur tengah akan membeli club elit yang ada di Indonesia. Dan kalau demikian, maka dari segi bisnis dan prestasi club maupun Timnas akan semakin berprestasi. Mari bahu-membahu memajukan sepak bola nasional dengan meninggalkan kepentingan pribadi dan kelompok!

Ikhwanul Muslimin Pasca Pemilu June 29, 2012

Posted by singkilhebat in Berita.
Tags: , , ,
add a comment

image

Juni 28th, 2012 by Sukma Aji Triatmojo Rakyat Mesir merayakan kemenangan Dr. Muhammad Mursi dalam Pilpres Mesir, di Tahrir Square, Kairo, Mesir, (24/6). (Reuters Pictures) dakwatuna.com – Ahad 24 Juni waktu setempat,Lapangan Tahrir kembali dibanjiri oleh ribuan masa dari segala penjuru Mesir. Namun kali ini mereka datang bukan untuk berunjuk rasa. Alih-alih mereka semua larut dalam suasana penuh kesyukuran dan haru, bersujud menayapaikan rasa terima kasihnya kepada Allah atas nikmat yang telah berikan. Karena sesaat sebelumnya, lembaga penyelenggara pemilu setempat secara resmi mengeluarkan pernyataan bahwa Dr Muhammad Mursi sebagai pemenang dalam pemilihan umum presiden Mesir. Suatu kemenangan yang tidak hanya di syukuri oleh para anggota Ikhwanul Muslimin, organisasi pengusung Mursi untuk maju dalam pilpres Mesir melalui sayap politiknya Partai Keadilan dan Kebebasan, namun juga disyukuri oleh masyarakat Mesir lainnya yang memilih dan menaruh harapan besar di pundak Mursi. Rentetan peristiwa yang diawali dari Revolusi Yasmin yang berhasil menggulingkan diktator Mubarak dari kursi presidennya, lalu berlanjut dengan diselenggarakan pemilu parlemen yang  mengantarkan Partai Keadilan dan Kebebasan sebagai partai peraih suara terbanyak dalam pemilu parlemen, dan ditutup dengan peristiwa terpilihnya Muhammad Mursi yang juga kader partai ini sebagai Presiden terpilih Mesir melalui pemilu, tentunya tidak pernah dibayangkan oleh Ikhwanul Muslimin bakal terjadi secepat ini sebelumnya. Walaupun bisa jadi sebenarnya  Ikhwan sudah memvisikan hal ini sejak lama. Namun jangan dimaknai bahwa memenangkan pemilu adalah tujuan akhir dari Ikhwan. Karena terlalu sederhana jika tujuan dari amal politik Ikhwan dimaknai hanya untuk memperoleh kemenangan dalam pemilu. Ada tujuan yang jauh lebih besar,jauh lebih mulia dari itu. Dan memenangkan pemilu hanyalah salah satu anak tangga dari puluhan anak tangga yang masih harus dilalui Ikhwan. Meskipun Ikhwan sudah memenangkan kedua pemilu tersebut,namun jalan yang akan dilalui Ikhwan kedepannya belumlah mulus. Husni Mubarak yang dulu sangat berambisi untuk memberangus Ikhwan kini memang tengah duduk di kursi pesakitan. Namun sejatinya pihak yang sangat ingin menghacurkan Ikhwan bukanlah Mubarak, Shafiq atau bahkan Dewan Militer Mesir. Ada dalang yang lebih besar disana, atau bisa dibilang ada invisible hand, jika penulis boleh meminjam istilah yang dipopulerkan oleh Adam Smith, walaupun pemaknaannya berbeda. Invisible Hand yang mencengkeram hampir semua pilar pemerintahan Mesir, sehingga memaksa mereka untuk bermusuhan dengan saudaranya sendiri. Baru-baru ini Dewan Militer Mesir melakukan pembubaran parlemen dan pembekuan konstitusi, suatu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dewan Militer mengumumkan bahwa mereka mengambil alih kewenangan legislative selama tidak ada parlemen. Padahal sebelumnya Militer menyatakan bahwa mereka akan menyerahkan kekuasaan pada pemerintahan yang terpilih pada bulan Juni ini. Namun beberapa manuver ini mengindikasikan bahwa sebenarnya militer tidak ingin menyerahkan kekuasaan pada pemerintahan sipil. Beberapa pengamat mengatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh Dewan Militer ini bertujuan untuk mencegah terhapusnya mereka dari poros kekuasaan dan upaya untuk mempertahankan eksistensi sisa rezim Mubarak. Ikhwan juga jangan terlalu percaya diri dengan dua kemenagan pemilu ini dengan merasa seolah mayoritas rakyat Mesir akan selalu berada di pihak mereka. Besaran angka 51,74% yang diperoleh Mursi dalam pemilihan tahap kedua, bukanlah suatu jaminan bahwa people power akan bergerak membela mereka seandainya terjadi kudeta militer. Peristiwa yang terjadi pada mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, hendaknya menjadi pelajaran tersendiri bagi Ikhwan. Ketika terjadi kudeta saat itu,Thaksin bukannya tidak punya pendukung. Kita tentu mengenal kelompok loyalis Thaksin yang menamai dirinya “Kelompok Kaos Merah”, yang sempat mengadakan kudeta balasan, tidak berkutik ketika Junta Militer pada waktu itu mengkudeta Thaksin yang tengah melawat keluar negeri. Kemungkinan Militer Mesir akan mengkudeta Mursi masih bisa terjadi seandainya Mursi dan Ikhwan tidak berhati-hati dan mewaspadai setiap kemungkinan yang akan terjadi. Ikhwan juga harus berhati-hati dalam setiap tindak tanduknya. Ekspetasi tinggi rakyat Mesir yang digantungkan di pundak Ikhwan bisa jadi batu sandungan bagi Ikhwan. Sedikit saja kesalahan kecil yang ditorehkan Ikhwan, akan menyeret Ikhwan dalam peradilan opini di masayarakat yang bisa dimanfaatkan oleh Militer sebagai alasan penguat untuk menggulingkan Ikhwan dari kekuasaan. Karena jika berkaca dari Revolusi Yasmin,sepertinya militer akan berpikir dua kali jika akan mengkudeta pemerintah yang dipilih oleh rakyat tanpa alasan yang jelas. Karena bisa jadi tindakan itu akan memicu Revolusi Yasmin jilid II. Militer butuh alasan yang bisa diterima masyarakat. Dan sedikit kesalahan, namun diolah menjadi suatu opini public yang negatif, bisa menjadi pemicu hilangnya kepercayaan masyarakat kepada Ikhwan. Ikhwan sebaiknya juga jangan terus memaksakan berkontraposisi dengan militer dalam pemerintahan. Karena hal seperti ini hanya kan mempertajam friksi. Ikhwan sebaiknya belajar dari apa yang dilakukan Erdogan di Turki. Erdogan bisa memaksakan dirinya berkoalisi dengan militer. Dan disaat bersamaan perlahan tapi pasti,Erdogan mulai mengurangi sedikit demi sedikit pengaruh militer dalam pemerintahan. Dan ini memang tidak mudah dalam sebuah rezim baru dimana rezim sebelumnya adalah rezim diktatoris yang menggunkan militer sebagai pilar politik penguat pemerintahan. Namun Erdogan berhasil melakukannya. Dan perlahan tapi pasti juga, Erdogan berusaha mengurangi cengkraman invisible hand dari pilar-pilar politik dan ekonomi di Turki, termasuk militer. Jika Mursi dan Ikhwan bisa berhasil melakukannya, dan membangun pemerintahan Mesir yang kokoh, bukan tidak mungkin geopolitik di jazirah arab pada khususnya dan dunia pada umumnya akan berubah. Karena disaat bersamaan saat ini beberapa Negara Eropa tengah dilanda krisis keuangan yang cukup besar, dan bisa jadi memicu juga krisis multidimensi di beberapa negara tersebut. Jadi disaat Arab tengan menuai indahnya musim semi, Barat tengah berjibaku dalam menghadapi musim dingin. Arab spring West winter. Semoga Ikhwan berhasil menjalankan cita-citanya dan mewujudkan harapan masyarakat. Karena janji menuai harapan,pembuktian menumbuhkan kepercayaan.

Doakan Aku istiqomah June 13, 2012

Posted by singkilhebat in Tsaqofah.
Tags: ,
add a comment

dakwatuna.com – “Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal shalih ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera. Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.”(QS. Al Hajj: 23-24). Waktu, kata Bang Syamsudin Kadir adalah zat yang berada di luar kekuasaan kita. Waktu ada bukan karena kita tapi ia bersama kita. Maka kita ada di sini, di dunia ini, dalam suasana yang terus berubah karena pergiliran waktu. Ia terus berjalan dari detik ke detik; dari hari menjadi pekan, dari pekan menjadi bulan, dan dari bulan menjadi tahun. Begitulah seterusnya hingga menjadi zaman berperadaban. Tentang waktu, kadang dalam sepi, saya merasa diri ini ternyata begitu cepat berubah. Seiring berjalannya waktu, diri yang semula jauh dari nilai kebenaran, secara tiba-tiba dan tak terduga, diri ini sekarang berada dalam lingkaran orang-orang yang merindukan surga. Diri ini, ya, tiba-tiba saja berada bersama orang-orang yang sedikit itu, bersama-sama melantunkan indahnya rangkaian kata-kata dalam Qur’an yang mulia. Dan hati ini seakan menemukan pasangan sejatinya, fitrah kesucian dan nurani. Saya merasa sangat bahagia berada di sini, bersama mereka, bersatu padu untuk menegakkan kalimatullah. Tetapi kemudian saya kembali merenung, mengapa ada juga, banyak di antara mereka, yang bersamaan dengan semakin bertambahnya usia dari dakwah ini, ada juga yang kemudian satu persatu mulai mundur, dan bahkan menghilang tanpa jejak. Inilah yang kemudian dikatakan sebagai seleksi alam. Dan ternyata seleksi alam in sampai kapan pun akan tetap berlaku, di belahan bumi manapun, termasuk dijalan mulia ini. Proses seleksi alam yang kemudian terjadi dalam dakwah ini akan terus terjadi, pergiliran-pergiliran masa yang terjadi, ada yang masuk, ada juga yang keluar, begitu seterusnya. Yang menjadi satu titik poin pembicaraan ini adalah, betapa pentingnya seorang kader bagi proses keberlangsungan dakwah. Lebih utama lagi, betapa sangat pentingnya dakwah ini memiliki kader yang sadar akan tugas, peran dan fungsinya dalam dakwah ini. Bukan hanya kader yang kemudian memiliki jiwa ‘taqlid’ yang seharusnya ada dalam dakwah ini. Karena sekali lagi dakwah ini memerlukan satu bentuk tafsiran baru, dan itu hanya dimiliki dari kader-kader yang sadar, yang memiliki kreativitas dalam amal. Sehingga agenda-agenda dakwah yang kita usung memperoleh nafas baru yang lebih segar. Pada akhirnya, kesadaran ekspektasi akan menjelaskan harapan-harapan yang ingin kita peroleh dari menjadi kader. Harapan itu ada yang terkait dengan harapan jauh di akhirat. Ada juga harapan yang dekat di dunia. Pada akhirnya inilah puncak hiburan, penyegar dan pendorong bagi setiap aktivis dakwah. Spiritnya terdapat pada doa-doa abadi yang selalu kita ucapkan, “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” Harapan sangat jauh adalah surga. Sesuatu yang harus terus menerus kita hadirkan, kita bayangkan, dan kita angankan. Sedangkan harapan-harapan dekat adalah kebahagiaan dunia, kejayaan di dunia, serta kesempatan memakmurkan bumi bagi kehidupan yang lebih baik untuk semua. Inilah alasan, mengapa aku masih di sini….. Memburu dunia kadang merendahkan jiwa Sedang memburu akhirat adalah kemuliaan jiwa Maka bagaimana kita memburu apa yang merendahkan untuk mencari apa yang fana Serta meninggalkan yang memuliakan untuk mencari yang abadi Dunia adalah tempat yang gersang Lebih gersang lagi adalah hati-hati yang memburunya Sedang akhirat adalah tempat yang makmur Dan lebih makmur lagi adalah jiwa-jiwa yang mencarinya.

raih kemenangan June 12, 2012

Posted by singkilhebat in Tsaqofah.
Tags:
add a comment

dakwatuna.com – “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh Dia Maha Penerima tobat”. (QS. An-Nasr (110): 1-3)
Pada saat Rasulullah SAW ingin melancarkan serangan ke Mekah, mata-mata pasukan Madinah menyampaikan berita tentang keberadaan kafilah dagang Abu Sufyan di Wadi Dzadiran kepada Rasulullah. Pada saat itu, tidak ada kesempatan bagi pasukan Rasulullah untuk menghindari peperangan walaupun rencana peperangan baru akan dilakukan ketika pasukan Rasulullah tiba di Mekah. Sebab, jika Rasulullah membiarkan pasukan Mekah berhasil berkuasa, dengan mudah pasukan Mekah dapat memantapkan pasukan militernya, melebarkan pengaruh politiknya, memecah-belah persatuan umat Islam, dan dapat menimbulkan perasaan takut di hati umat Islam di Wadi Dzadiran.
Demikianlah latar belakang terjadinya peristiwa Perang Badar. Apabila kita lihat, sesungguhnya peristiwa Perang Badar tidak dikehendaki sama sekali oleh Rasulullah SAW. Pada saat itu rencana Rasulullah berperang di Kota Mekah, bukan di Badar. Namun, karena musuh sudah di depan mata, dan dengan pertimbangan kemashlahatan yang lebih besar, maka pasukan Rasulullah mendeklarasikan perang pada saat itu juga di Badar.
Walaupun pasukan Rasulullah tidak menghendaki adanya perang Badar, dengan segala keterbatasan pasukan Rasulullah akhirnya dapat memenangi peperangan itu. Kemenangan pada kubu kaum Muslimin dalam Perang Badar tidak lain adalah karena pertolongan Allah SWT. Pada saat itu Rasulullah berdoa kepada Allah SWT untuk diberikan pertolongan, dan Allah pun menyambut doa tersebut dengan menurunkan firman-Nya:
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ ﴿٩﴾
“Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS. Al-Anfaal (8): 9).
Pertolongan dan kemenangan yang Allah turunkan tentu tidak tanpa sebab. Setidaknya ada empat hal yang dapat dilakukan untuk menyambut kemenangan dari Allah SWT:
1. Loyalitas kepada Islam yang tinggi
Selama perang Badar banyak gambaran yang menunjukkan bukti keloyalitasan pasukan umat Islam. Dalam perang Badar, banyak Bapak yang harus berhadapan dengan anaknya sendiri, saudara berhadapan dengan saudaranya sendiri, sehingga kedua belah pihak harus saling menundukkan satu sama lain dengan mengangkat senjata. Salah satu contohnya adalah ketika Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu membunuh pamannya sendiri, Al-Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah.
2. Kedekatan kepada Allah SWT
Pertolongan yang Allah berikan kepada pasukan umat Islam pada perang Badar karena adanya kedekatan yang sangat kuat kepada Allah SWT. Tatkala Rasulullah selesai merapikan barisan pasukan umat Islam, Rasulullah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan tiada henti-hentinya memanjatkan doa untuk diberikan kemenangan pada perang Badar.
3. Keimanan yang kuat
Perang Badar merupakan perang yang tidak dikehendaki oleh pasukan umat Islam. Dengan segala keterbatasan persiapan, Rasulullah dan pasukannya harus menghadapi musuh yang jumlahnya lebih banyak dan memiliki persiapan yang lebih matang. Namun, dengan keimanan yang kuat, pasukan umat Islam terus maju menghadapi musuh dengan mengobarkan semangat, keberanian, jiwa heroisme, dan keyakinan yang tinggi akan datangnya pertolongan dan kemenangan dari Allah SWT.
4. Usaha yang maksimal
Dengan segala keterbatasan yang ada, Rasulullah dan pasukannya harus mengerahkan segala bentuk usaha yang dimilikinya untuk menghadapi musuh. Pada saat itu Rasulullah memaksimalkan peran strategis dengan cara melakukan mata-mata, membagi pasukan menjadi dua bagian, menyelenggarakan majelis tinggi permusyawaratan militer, dan memutuskan posisi yang strategis sebagai base camp. Di samping usaha strategis itu, pasukan umat Islam juga memaksimalkan usaha operasionalnya sehingga banyak yang syahid dan terluka dalam perang Badar.

Kampanye Hitam June 11, 2012

Posted by singkilhebat in Berita.
Tags: , , , ,
add a comment

JAKARTA — Upaya intimidasi dan kampanye hitam (black campaign) sepertinya tidak dapat dipisahkan dari Pilkada DKI Jakarta. Setelah dilarang kutbah di Pulau Panggang, relawannya diintimidasi, kini pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi korban kampanye hitam dan fitnah. Pelakunya ditengarai sebagai aparat Dinas Sosial DKI Jakarta. Peristiwanya terjadi Kamis (7/6) siang di Kampung Kandang, Kelurahan Ragunan, Jakarta Selatan. Menurut penuturan saksi mata, Irfan, sebuah mobil Suku Dinas Sosial DKI Jakarta berplat merah warna biru dengan sticker gambar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Kepala Sudin Sosial DKI Jakarta di sisi kanan mobil datang ke Kampung Kandang sekitar pukul 11.00 wib. Setelah parkir di dekat sebuah warung soto, sang sopir mobil bernomor polisi B 9004 PQU tersebut keluar sambil menenteng pengeras suara. Melalui pengeras suara itu sang sopir berteriak-teriak, “PKS antimaulid, PKS antitahlil.” Hal itu diulang-ulang dan baru berhenti ketika sang sopir melihat ada seorang perempuan mengenakan jilbab datang bersama suaminya, yang juga saksi mata,  mampir ke warung soto itu untuk makan siang. “Mungkin dia mengira istri saya kader PKS. Sehingga begitu melihat istri saya dia langsung diam,” kata Irfan. Irfan bertanya kepada salah satu pemilik warung yang ada di situ apakah yang bersangkutan sering melakukan hal itu. Pemilik warung menjawab sebulan terakhir setidaknya dua kali mobil dan sopirnya datang melakukan kampanye hitam.Irfan pun berinisiatif mengambil gambar mobil dan sang sopir dengan handphone yang dibawanya. Hal itu untuk bukti bahwa apa yang dikatakannya bukanlah cerita rekaan. Menjaga Etika Menanggapi peristiwa itu Cagub Hidayat Nur Wahid hanya bisa mengelus dada. Dia sangat menyayangkan fitnah-fitnah seperti itu masih saja terus dikembangkan untuk kepentingan politik sesaat. “Fitnah seperti itu biasanya muncul menjelang Pemilu atau Pilkada. Itu bukan barang baru. Tetapi yang saya sayangkan hal itu bisa terjadi juga di Jakarta,” ujar dia. Hidayat berharap, semua pihak tidak mengembangkan fitnah untuk mencapai tujuan tertentu. Karena hal itu bukan saja bertentangan dengan semangat demokrasi, tetapi juga dilarang keras dalam agama. “Kasihan masyarakat jika selalu disuguhi dengan fitnah dan beragam kebohongan hanya karena tujuan politik. Ini sangat tidak sehat di era demokrasi seperti sekarang,” imbuh Hidaya. Dia berharap, masyarakat tidak terprovokasi dengan kampaye hitam dan fitnah-fitnah yang disebarkan untuk kepentingan kelompok atau kandidat tertentu. “Saya kira masyarakat Jakarta cukup cerdas untuk memilih dan memilah, mana informasi yang fitnah, mana informasi sampah, dan mana informasi yang benar,” urai Hidayat. Sebagai tindak lanjut dari kejadian itu, pihak Hidayat Didik akan melaporkan hal itu kepada Panwaslu DKI Jakarta. “Jika ada aparat yang terlibat kita akan minta supaya yang bersangkutan ditindak tegas,” katanya lagi. Sumber  : http://www.hidayatdidik.net